Rabu, 01 November 2017

Pijat Perineum

 Pijat perineum adalah   salah   satu   cara   yang   paling   kuno   dan   paling   pasti   untuk meningkatkan  kesehatan,  aliran  darah,  elastisitas,  dan  relaksasi  otot-otot  dasar  panggul. Pijat perineum ini  akan  membantu  melunakkan  jaringan  perineum sehingga  jaringan  tersebut  akan  membuka  tanpa  resistensi  saat  persalinan,  untuk mempermudah  lewatnya  bayi.

Menurut   Danuatmaja   bahwa   pemijatan   perineum ini   mengurangi   robekan perineum,  mengurangi  episiotomi dan  mengurangi penggunaan  alat  bantu  persalinan  lainnya.
Penelitian    di    Rumah    Sakit    Benin    Teaching,    Kota    Benin, Nigeria,    mengemukakan  bahwa  prevalensi  ruptur  perineum kurang  lebih  46.6%,  terlebih  pada  ibu primigravida 90%  mengalami  ruptur  perineum Laserasi    perineum    merupakan penyebab perdarahan kedua setelah atonia uteri, hal ini sering terjadi pada primigravida karena pada primigravida perineum masih utuh, belum terlewati  oleh  kepala  janin  sehingga  akan mudah  terjadi  robekan  perineum.  Jaringan perineum  pada  primigravida  lebih  padat  dan lebih resisten dari pada multipara. Luka laserasi biasanya  ringan  tetapi  dapat  juga  terjadi  luka yang luas yang dapat menimbulkan perdarahan sehingga membahayakan jiwa ibu (Departemen Kesehatan RI, 2011).

Untuk meminimalkan kejadian laserasi perineum  perlu  dilakukan  pencegahan,  salah satunya dengan pemijatan perineum. Pemijatan perineum bertujuan untuk meningkatkan aliran darah,  elastisitas  dan  relaksasi  otot-otot  dasar panggul  dengan  cara  memijat  perineum  pada saat hamil usia kehamilan >34 minggu atau 1-6 minggu   sebelum   persalinan.   Pemijatan perineum  membantu  menyiapkan  mental  ibu pada  saat  dilakukan  pemeriksaan  dalam  dan mempersiapkan jaringan perineum menghadapi situasi saat proses persalinan terutama pada saat kepala  bayi crowning supaya  perineum  lebih rileks. Teknik pemijatan perineum sangat aman dan tidak berbahaya, namun ibu hamil dengan infeksi herpes di daerah vagina, infeksi saluran kemih, infeksi jamur atau infeksi menular yang dapat  menyebar  dengan  kontak  langsung  dan memperparah penyebab infeksi tidak dianjurkan untuk  pemijatan  perineum  (Badriah  &  Dewi Laelatul, 2012).

Menurut  penelitian  Ommolbabin  Zare et al (2014) menyatakan bahwa risiko terjadinya laserasi perineum pada  kelompok dipijat lebih kecil  dibandingkan  dengan  kelompok  tidak dipijat  perineum,  artinya terdapat  pengaruh pemijatan  perineum  terhadap  kejadian  laserasi perineum.  Beckman  et  al  (2013)  menyatakan bahwa  pemijatan  perineum  selama  kehamilan dapat  mengurangi  kejadian  trauma perineum. Penelitian  Lesley  A  Smith  et  al  (2013) menyatakan   bahwa   pemijatan   perineum mempunyai risiko lebih kecil terhadap kejadian trauma  perineum.  Penelitian  Fahami  et  al (2012)  pengaruh  teknik  pemijatan  perineum dapat  mencegah komplikasi terjadinya laserasi perineum.  Penelitian  Jones,  L.E  et  al  (2008) menyatatakan bahwa pemijatan perineum dapat mencegah terjadinya laserasi perineum
Hal ini perlu dipikirkan terutama apabila Ibu sudah pernah mengalami episiotomi sebelumnya (dan merasakan tidak enaknya proses penyembuhan) atau ini adalah pengalaman melahirkan yang pertama kali.Meskipun episiotomi (menggunting perineum untuk melebarkan jalan keluar bayi) tidak lagi rutin dilakukan saat ini, namun alangkah baiknya apabila kita juga dapat mencegah kejadian episiotomi dan jahitan pada  perineum di kala melahirkan pijat Perineum

Pijat Perinium dipikirkan terutama apabila Ibu sudah pernah mengalami episiotomi sebelumnya (dan merasakan tidak enaknya proses penyembuhan) atau ini adalah pengalaman melahirkan yang pertama kali.Meskipun episiotomi (menggunting perineum untuk melebarkan jalan keluar bayi) tidak lagi rutin dilakukan saat ini, namun alangkah baiknya apabila kita juga dapat mencegah kejadian episiotomi dan jahitan pada  perineum di kala melahirkan.

Pengertian Pijat Perenium
Perineum adalah area kulit antara liang vagina dengan anus (dubur) yang dapat robek ketika melahirkan atau secara sengaja digunting guna melebarkan jalan keluar bayi (episiotomi). Pijat perineum adalah teknik memijat perineum di kala hamil atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan aliran darah ke daerah ini dan meningkatkan elastisitas perineum. Peningkatan elastisitas perineum akan mencegah kejadian robekan perineum maupun episiotomi.

Penelitian yang diterbitkan di American Journal Obstretician and Gynecology menyimpulkan bahwa pijat perineum selama masa kehamilan dapat melindungi fungsi perineum paling tidak dalam 3 bulan pasca melahirkan. The Cochrane Review merekomendasikan bahwa pijat perineum ini harus selalu dijelaskan pada ibu hamil agar mereka mengetahui keuntungan dari pijat perineum ini. Pijat perineum ini sangat aman dan tidak berbahaya.
Pijat perineum sebaiknya tidak dilakukan bagi ibu hamil dengan infeksi herpes aktif di daerah vagina, infeksi jamur, atau infeksi menular yang dapat menyebar dengan kontak langsung dan memperparah penyebaran infeksi.

Tips Pijat Perineum
Jangan lakukan pijat perineum bila Anda mengalami infeksi vagina, vaginistis, infeksi saluran kemih, atau herpes genital.

Persiapan Sebelum Melakukan Pijat Perenium
Minyak yang hangat seperti minyak gandum yang kaya vitamin E, virgin coconut oil (VCO), atau pelumas dengan larutan dasar air, misalnya jelly K-Y. Jangan menggunakan baby oil, minyak larutan mineral, jelly petroleum, hand lotion, dan minyak yang beraroma. Jam atau penunjuk waktu untuk menghitung lamanya pemijatan. Beberapa buah bantal untuk pengganjal tubuh Anda.
Cukup mudah. Sebelum mulai memijat perineum, sebaiknya potong pendek kuku jari-jari  tangan Anda, lalu cuci kedua tangan dengan sabun hingga bersih. Duduklah di tempat yang nyaman dengan posisi kedua kaki diregangkan, salah satu kaki diangkat dan diganjal dengan bantal. Atau, Anda dapat pula memilih posisi seperti hendak melahirkan, yaitu kedua kaki diregangkan, ganjal kepala, punggung, leher dan kedua kaki dengan bantal.
Setelah itu, barulah mulai memijat, dengan urutan berikut.
Oleskan minyak pada daerah perineum.
Tarik napas panjang dan berusahalah santai, jangan tegang.
Masukkan ibu jari satu atau kedua tangan Anda dengan posisi ditekuk ke dalam perineum, sementara jari-jari lainnya tetap berada di luar vagina. Apabila suami Anda yang melakukan pijat perineum ini, gunakan jari telunjuk.
Pijat perineum dengan tekanan yang sama, dengan arah dari atas ke bawah (menuju anus), lalu ke samping kiri dan kanan secara bersamaan. Jangan memijat terlalu keras karena mengakibatkan pembengkakan pada jaringan perineum. Awalnya, Anda akan merasakan otot-otot perineum dalam keadaan masih kencang. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin sering Anda melakukan pemijatan, otot-otot perineum akan mulai lentur (tidak kencang) dan mengendur.
Pijatlah hingga timbul rasa hangat (slight burning).
Lemaskan otot-otot dasar panggul Anda, lalu gerakkan ibu jari atau telunjuk yang berada di dalam vagina membentuk huruf U secara berirama. Lakukan pemijatan dengan sambil mendorong jari ke arah luar dan bawah (ke arah anus), selama 3 menit.
Kini, lakukan pemijatan ke arah luar perineum dengan gerakan seperti proses kepala bayi pada saat akan lahir. Hindari pemijatan ke arah uretra (lubang kencing) karena akan mengakibatkan iritasi.
Setelah pemijatan selesai Anda lakukan, kompres hangat jaringan perineum Anda selama kurang-lebih 10 menit. Lakukan secara perlahan dan hati-hati. Kompres hangat ini akan meningkatkan sirkulasi darah sehingga otot-otot di daerah perineum kendur (tidak berkontraksi atau tegang).

Waktu pemijatan. Pemijatan perineum sebaiknya sudah mulai dilakukan sejak enam minggu sebelum hari-H persalinan. Lakukanlah pemijatan sebanyak 5-6 kali dalam seminggu secara rutin. Selanjutnya, selama 2 minggu menjelang persalinan, pemijatan dilakukan setiap hari, dengan jadwal sebagai berikut:
Minggu pertama, lakukan selama 3 menit.
Minggu kedua, lakukan selama 5 menit.
Hentikan pemijatan ketika kantung ketuban mulai pecah dan cairan ketuban mulai keluar. Atau, pada saat proses persalinan sudah dimulai. Jangan lakukan pijat perineum bila Anda mengalami infeksi vagina, vaginistis, infeksi saluran kemih, atau herpes genital.
Pijat perineum lebih penting dari sekadar memijat punggung yang tiap hari pegal saat hamil, karena membantu Anda bebas "robekan" saat melahirkan.
Perineum atau kerampang adalah daerah antara vagina dan anus. Daerah ini merupakan jaringan yang “kaya” akan ujung sel-sel saraf sehingga sangat peka terhadap sentuhan, dan cenderung mengalami perobekan saat berlangsungnya proses persalinan alami. Ketika mengalami perobekan itu, baik yang alami maupun disengaja –episiotomi-, disinyalir bisa mengakibatkan gangguan fungsi dasar otot panggul, sehingga menurunkan kualitas hidup ibu setelah melahirkan. Misalnya, ibu jadi tidak mampu mengontrol BAK dan BAB lantaran ada beberapa saraf atau bahkan otot yang “tergunting”. Mencegah risiko seperti itu, maka diupayakan dengan cara pemijatan perineum.
Pijat perineum mulai populer sejak tahun 1999. Tepatnya, sejak muncul sebuah artikel di American Journal of Obtetrics and Gynaecology tulisan dr. Labrecque M, seorang dokter kandungan di Watford General Hospital, Inggris, yang menganjurkan persalinan alami pada mereka yang tidak mengalami masalah selama masa kehamilannya. Ia melakukan riset tentang efektivitas dan manfaat pijat perineum dalam mencegah terjadinya perobekan serta mengurangi episiotomi pada proses persalinan alami.
Kesimpulan Labrecque didukung riset serupa oleh dr. Richard Johanson, MRCOG, dokter kandungan dari North Staffordshire Maternity Hospital, Inggris. Ia mencatat, ibu-ibu yang rajin melakukan pijat perineum sejak 3 bulan sebelum hari-H persalinan, terbukti hampir tidak ada yang memerlukan tindakan episiotomi. Kalaupun terjadi perobekan perineum secara alami, maka luka pulih dengan cepat.
Manfaat pijat Perineum:
Membantu otot-otot perineum dan vagina jadi elastis sehingga memperkecil risiko perobekan dan episiotomi.
Melancarkan aliran darah di daerah perineum dan vagina, serta aliran hormon yang membantu melemaskan otot-otot dasar panggul sehingga proses persalinan jadi lebih mudah
Mempercepat pemulihan jaringan dan otot-otot di sekitar jalan lahir setelah bersalin.
Membantu ibu mengontrol diri saat mengejan, karena “jalan keluar” untuk bayi sudah disiapkan dengan baik.
Meningkatkan kedekatan hubungan dengan pasangan, bila Anda melibatkan dia untuk melakukan pijat perineum ini.
Pijat Perineum (kulit di antara anus dan vagina) yang dilakukan 2-3 minggu sebelum hari H persalinan, dapat mengurangi panjang perobekan episiotomi hingga 6,1%. 

Melahirkan merupakan saat yang paling ditunggu sekaligus merupakan saat yang paling menegangkan. Dari sekian banyak hal yang mengganggu pikiran ibu hamil saat mendekati waktu melahirkan adalah terjadinya robekan pada jalan lahir (vagina). Sebagian besar robekan terjadi secara alamiah akibat keluarnya kepala dan badan bayi. Sebagian lagi melalui tindakan episiotomi, yaitu pengguntingan jalan lahir dengan tujuan memperbesar jalan lahir untuk membantu proses persalinan atau mencegah terjadi robekan yang lebih berat. Tetapi, saat ini ada hal yang bisa bunda lakukan untuk memperkecil kemungkinan terjadi robekan jalan lahir saat melahirkan sehingga penjahitan akan lebih sedikit dan nyeri akan lebih minimal. Cara itu adalah dengan melakukan pijat perineum (perineal massage).
Dari penelitian didapatkan bahwa melakukan pijat perineum secara rutin yang dimulai sejak usia kehamilan 34 minggu dapat mengurangi kemungkinan terjadinya robekan pada jalan lahir. Hal ini terutama menguntungkan untuk wanita yang baru pertama kali melahirkan. Pijat perineum juga dapat membantu mempercepat pemulihan pasca melahirkan, khususnya pada anak kedua atau lebih.
 
Perenium dan Otot Dasar Pinggul
  • Perineum-dan-otot-dasar-panggul-bundanetPerineum adalah area diantara liang vagina dan lubang anus. Jaringan perineum ini berhubungan dengan otot dari dasar panggul. Otot dasar panggul adalah kumpulan otot yang menyokong dan menahan seluruh organ yang berada di dalam panggul, misalnya kandung kemih dan usus.
  • Perineum sangat penting bagi wanita. Regangan atau robekan perineum saat proses melahirkan dapat berpengaruh pada otot dasar panggul sehingga mudah terjadi rahim turun. Kelemahan otot dasar panggul juga bisa berpengaruh pada kontrol saat berkemih dan buang air besar. Kerusakan pada perineum juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri saat hubungan seksual. Kira-kira 85% wanita akan mengalami robekan pada perineum saat proses melahirkan.

Manfaat Pijat Perineum :
  • Meningkatkan elastisitas (kemampuan untuk meregang) dari perineum. Meningkatkan aliran darah ke perineum sehingga perineum lebih mudah meregang dan mengurangi nyeri selama proses melahirkan.
  • Kemungkinan terjadinya robekan pada perineum lebih kecil dan lebih jarang dibutuhkan episiotomi.
  • Akan membantu ibu hamil  terbiasa pada kondisi di mana perineum membuka dan meregang saat melahirkan.
  • Mengurangi nyeri pada perineum pasca melahirkan.
  • Secara khusus, hal ini akan sangat membantu jika terdapat jaringan parut pada perineum akibat luka sebelumnya atau perineum yang kaku, di mana dapat terjadi pada beberapa penunggang kuda atau penari. Tetapi semua wanita akan mendapatkan keuntungan dengan melakukan pijat perineum.
Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan Pijat Perenium
Pijat perenium dapat dimulai pada usia kehamilan 34 minggu. Pijat perineum bisa ibu hamil lakukan sendiri atau dilakukan oleh suami, jika anda merasa nyaman dengan ini.
Waktu yang tepat untuk melakukan pijat perineum adalah saat mandi atau setelah mandi karena saat itu pembuluh darah pada daerah tersebut sedang melebar. Hal ini membuat perineum lebih lembut dan lebih nyaman saat disentuh. Saat itu bunda juga akan lebih rileks.

Cara Melakukan Pijat Perenium
Sebaiknya menggunakan sedikit minyak organik yang tidak beraroma, misalnya minyak zaitun (olive oil), minyak biji bunga matahari atau minyak biji anggur untuk melicinkan daerah perineum dan membuat pijatan lebih nyaman. Bunda juga bisa menggunakan pelumas berbahan dasar air, seperti K-Y Jelly. Jangan menggunakan minyak sintetis seperti baby oil atau petroleum jelly (Vaseline). Pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum mulai memijat.
 
Posisi yang nyaman untuk pijat perineum:
  1. Ganjal bokong dengan bantal di tempat tidur atau di sofa dengan lutut ditekuk.
  2. Bersandar di dalam bak mandi dengan satu kaki diangkat ke sisi bak mandi. Kemudian ganti kaki yang lain.
  3. Bendiri sambil mandi air hangat dengan satu kaki di atas bangku. Kemudian ganti kaki yang lain.
  4. Sambil duduk di toilet.

Cara pijat perineum
  1. Cucilah tangan terlebih dahulu untuk mencegah berpindahnya kuman dari tangan ke perineum Bunda.
  2. Pastikan kuku jari tangan tidak panjang, karena jaringan di vagina dan perineum halus sehingga dengan memotong kuku akan mencegah robeknya jaringan tersebut.
  3. Cari tempat yang nyaman dan santai di mana bunda akan merasa aman dan tidak terganggu.
  4. Pada saat-saat awal mencoba, mungkin akan lebih mudah untuk menggunakan cermin untuk membantu melihat apakah cara yang dilakukan sudah sesuai atau belum.
  5. Letakkan satu atau dua ibu jari (atau jari lainnya bila ibu jari tidak sampai) sekitar 2-3 cm di dalam vagina. Tekan ke bawah dan kemudian menyamping pada saat yang bersamaan.
  6. Perlahan-lahan coba pijat dan regangkan daerah dalam vagina dan bukan kulit perineum. Tetapi, bunda tetap akan merasakan sensasi regangan pada kulit perineum.
  7. Pijat perineum seharusnya cukup nyaman tetapi bunda bisa merasakan regangan. Hal ini mirip saat perineum terbuka ketika proses melahirkan.
  8. Berusaha untuk melemaskan otot perineum semaksimal mungkin selama proses pemijatan.
  9. Pemijatan bisa dilakukan selama yang bunda inginkan, tetapi minimal lakukan selama 5 menit.
  10. Sejalan dengan waktu, jika perineum menjadi lebih elastis, bunda dapat meningkatkan kemampuan untuk rileks dan meningkatkan tekanan ke arah anus saat pemijatan. Kemampuan untuk tetap rileks saat merasakan peningkatan tekanan akan membantu bunda untuk rileks saat kepala bayi menekan daerah tersebut saat proses melahirkan.
  11. Ulangi sesering yang bunda inginkan. Untuk hasil yang terbaik, lakukan pijatan setiap hari atau selang sehari.
  12. Pijat perineum atau perineal massage ini juga dapat dilakukan berdua dengan pasangan, bunda juga dapat menghubungi seorang profesional medis untuk melatih melakukan pijat perineum jika bunda tidak percaya diri apabila melakukannya sendiri dirumah.
Cara melakukan pijat perineum jika dilakukan bersama Pasangan
  • Berbaringlah dalam posisi rileks dan santai. Pijat dilakukan dengan cara yang sama, hanya saja pasangan harus menggunakan jari telunjuk bukan jempol untuk melakukan pijat. Buat gerakan berbentuk “U”, lakukan pemijatan dari sisi ke sisi dengan menggunakan sedikit tekanan.
  • Bunda mungkin mengalami perasaan canggung. Namun ini adalah hal yang alami. Cobalah untuk mengingat bahwa pijat perineum memiliki tujuan yang sama seperti jenis pijat lain: yaitu untuk melepaskan ketegangan, dan dalam kasus melahirkan adalah untuk memudahkan bagian kepala janin dan mengurangi ketidaknyamanan.
  • Berkomunikasilah dengan pasangan. Biarkan pasangan tahu apakah bunda mengalami rasa tidak nyaman. Pijat harus dilakukan dengan lembut karena jaringan perineum sangatlah halus. Pemijatan secara teratur pada daerah perineum dalam minggu-minggu menjelang persalinan akan meningkatkan elastisitas dan mengurangi beberapa tekanan ketika kepala janin melakukan penurunan untuk lahir. Jika merasa tidak nyaman apabila pijat perineum ini dilakukan oleh orang lain, bunda dapat melakukan pijat perineum sendiri, tetapi kebanyakan wanita merasa agak kesulitan untuk melakukan sendiri selama kehamilan lanjut karena membesarnya perut.



DAFTAR PUSTAKA
Aprilia,  Yesie.  (2010). Hipnostetri  :  Rileks, Nyaman  dan  Aman  Saat  Hamil  dan Melahirkan. Jakarta: Gagas Media 
Badriah,  Dewi  Laelatul.  (2012). Metodologi Penelitian    Ilmu-ilmu    Kesehatan. Bandung: Multazam 
Beckmann,  M.M  and  Andrea  J.  (2013) Antenatal   Perineal   massage   for reducing  Perineal  Trauma.  Cochrane Database of Systematic Reviews
Data  Dinas  Kesehatan  Jawa  Barat  (2013) Kabupaten Indramayu
Departemen  Kesehatan  RI.  (2011). Pelatihan Asuhan   Persalinan   Normal.Jakarta: JNPK-KR 

Pijat Oksitosin


Perempuan mendapat anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk  dapat mengandung, melahirkan  dan  menyusui.  Kodrat  yang  diberikan  kepada  perempuan  ini  ditandai  oleh perangkat reproduksi  yang dimilikinya, yakni rahim dan semua bagiannya, untuk  tempat tumbuh kembang janin selama di dalam kandungan, dan payudara untuk dapat menyusui anak  ketika  ia  sudah  dilahirkan.  Artinya  semua  perempuan  berpotensi  untuk  menyusui anaknya,  sama    dengan  potensinya  untuk  dapat  mengandung  dan  melahirkan (Perinasia, 2010).

UndangUndang Undang Dasar 1945 Pasal 28B ayat 2 menyebutkan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Selain itu menurut Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 128  ayat  1  menyebutkan  bahwa  setiap  bayi  berhak  mendapatkan  Air  Susu  Ibu  Ekslusif  sejak dilahirkan  selama  6  (enam)  bulan,  kecuali  atas  indikasi  medis.  Dalam  ayat  2  pasal  ini  juga menyebutkan bahwa selama pemberian Air Susu Ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu  bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus  (Permeneg Pemberdayaan  Perempuan  dan  perlindungan  anak  Republik  Indonesia  No  03 Tahun 2010).

Di Indonesia dukungan pemerintah terhadap pemberian ASI ekslusif telah dilakukan berbagai upaya  seperti  Gerakan  Nasional  Peningkatan  Penggunaan  Air  Susu  Ibu    (GNPP-ASI),  Gerakan Masyarakat Peduli ASI dan Kebijakan Peningkatan Pengguaan Air Susu Ibu  (PP-ASI). Tetapi dalam kenyataannya hanya 4 % bayi yang mendapat ASI  pada 1 jam pertama kelahirannya dan 8 % bayi yang  mendapatkan  ASI  Ekslusif.  Padahal  sejak  tahun 2000  pemerintah  menargetkan  pencapaian pemberian ASI ekslusif sebanyak 80 % (Roesli, 2007).

Menyusui memberi anak awal terbaik dalam hidupnya. Diperkirakan lebih dari satu juta anak meninggal tiap tahun akibat diare, penyakit saluran napas dan infeksi lainnya karena mereka tidak disusui  secara memadai. Ada lebih  banyak lagi  anak yang  menderita  penyakit  yang tidak perlu diderita jika mereka disusui. Menyusui juga membantu melindungi kesehatan ibu (Perinasia, 2007).

Air susu ibu bisa mencerdaskan dan  meningkatkan kualitas generasi muda bangsa, setiap bayi yang  diberi  ASI  akan  mempunyai  kekebalan  alami  terhadap  penyakit  karena  ASI  banyak mengandung antibodi, zat kekebalan aktif yang akan melawan masuknya infeksi ke dalam tubuh bayi. Saat  ini  sekitar  40  %  kematian  balita  terjadi  pada satu  bulan  pertama  kehidupan  bayi,  dengan pemberian ASI  akan mengurangi 22 % kematian bayi dibawah 28 hari, dengan demikian kematian bayi dan balita dapat dicegah melalui pemberian ASI Eklslusif secara dini dari sejak bayi dilahirkan di awal kehidupannya (Roesli, 2007).

Tapi  tidak  semua  ibu  postpartum  langsung  mengeluarkan  ASI  karena  pengeluaran  ASI merupakan suatu interaksi yang sangat komplek antara rangsangan mekanik, saraf dan bermacam-macam  hormon yang berpengaruh terhadap pengeluaran oksitosin. Pengeluaran hormon oksitosin selain dipengaruh oleh isapan bayi juga dipengaruhi oleh reseptor yang terletak pada sistem duktus, bila duktus melebar atau menjadi lunak maka secara reflektoris dikeluarkan oksitosin oleh hipofise yang berperan untuk memeras air susu dari alveoli (Soetjiningsih, 1997).

Pengertian  Oksitosin Oksitosin adalah suatu hormon yang diproduksi oleh hipofisis posterior yang akan dilepas ke dalam pembuluh darah jika mendapatkan rangsangan yang tepat. Efek fisiologis dari oksitosin adalah merangsang kontraksi otot polos uterus baik pada proses saat persalinan maupun setelah persalinan sehingga yang akan mempercepat proses involusi uterus. Di samping itu oksitosin juga akan mempunyai efek pada payudara yaitu akan meningkatkan pemancaran ASI dari kelenjar mamae (left down reflek)

Pijat oksitosin adalah pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin
Memberikan bayi ASI eksklusif dapat membawa banyak manfaat bagi bayi, tak hanya sekarang tapi juga untuk masa depannya. Hal ini karena banyak nutrisi penting yang diperlukan bayi yang hanya ada dalam ASI. Oleh karena itu, menyusui sangat penting dilakukan. Jika Anda merasa ASI yang keluar sedikit, ini bukan menjadi hambatan Anda untuk tetap memberikan bayi ASI. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memperlancar ASI.

Pijat punggung atau juga dikenal dengan pijat oksitosin merupakan pijatan yang dilakukan di daerah sepanjang tulang belakang sebagai upaya untuk memperlancar pengeluaran ASI. Pijatan ini mampu memicu pengeluaran oksitosin, di mana oksitosin merupakan hormon yang diperlukan untuk mengeluarkan ASI. Sehingga, pijatan ini juga dikenal dengan nama pijat oksitosin.
Manfaat pijat oksitosin

Melakukan pijatan setelah melahirkan tentu membawa banyak dampak baik bagi tubuh Anda. Pemijatan dapat memberi Anda relaksasi, mengurangi stres, dan membantu tidur lebih baik. Untuk ibu yang melahirkan dengan cara operasi caesar, pemijatan juga dapat membantu proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Pijat punggung sendiri ternyata juga dapat membantu Anda dalam menyusui bayi. Terdapat dua manfaat penting yang bisa diberikan pijat punggung, yaitu:
 

1. Meningkatkan pengeluaran oksitosin dan prolaktin
Pijat punggung dapat membantu memperlancar produksi ASI dengan cara meningkatkan pengeluaran hormon yang mendukung produksi ASI, yaitu prolaktin dan oksitosin. Oksitosin dapat merangsang payudara untuk berkontraksi, sehingga ASI akan dilepaskan dengan lancar. Selain itu, pijatan juga dapat mengurangi pengeluaran hormon kortisol (hormon yang dikeluarkan saat tubuh stres), sehingga pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin tidak terganggu. Beberapa penelitian juga telah membuktikan manfaat pijat punggung terhadap kelancaran produksi ASI. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Medical Research and Review tahun 2013 membuktikan bahwa pijat punggung efektif dalam meningkatkan produksi ASI, sehingga ini direkomendasikan untuk semua ibu menyusui, terutama pada ibu yang mempunyai masalah dalam menyusui.
2. Meningkatkan let-down reflex
Tak hanya meningkatkan produksi hormon prolaktin dan oksitosin, pijat punggung juga ternyata dapat meningkatkan let-down reflex. Ini tentu membantu pengeluaran ASI sampai ke bayi. Hal ini diperkuat dengan beberapa penelitian yang telah membuktikannya.

Penelitian percobaan yang dilakukan pada 20 ibu menyusui yang dibagi ke dalam dua kelompok berbeda membuktikan bahwa pijat punggung dapat meningkatkan let-down reflex. Hal ini membuat bayi lebih puas setelah menyusu dan juga dapat membantu meningkatkan berat badan bayi.
Melakukan pijat punggung secara rutin juga dapat memengaruhi sistem saraf perifer, meningkatkan rangsangan dan komunikasi antar saraf, mengurangi nyeri, dan memperbaiki aliran darah ke jaringan dan organ tubuh.

Cara melakukan pijat oksitosin
Pijat oksitosin sangat mudah dilakukan. Anda bisa menggunakan minyak zaitun atau minyak lainnya agar pijatan mudah dilakukan. Tentunya, Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan pijatan ini, misalnya suami Anda. Caranya, yaitu:
  1. Ibu berada dalam posisi duduk bersandar ke depan sambil memeluk bantal agar lebih nyaman. Taruh meja di depan Anda sebagai tempat untuk bersandar.
  2. Pijat kedua sisi tulang belakang menggunakan kepalan tangan dengan ibu jari menunjuk ke depan. Pijat kuat dengan gerakan melingkar.
  3. Pijat sisi tulang belakang ke arah bawah sampai sebatas dada, dari leher sampai ke tulang belikat. Lakukan pijatan ini selama 2-3 menit.

Pijatan atau petrisage adalah suatu gerakan pijatan dengan mempergunakan empat jari yang selalu lurus dan supel. Kesalahan pada umumnya tidak dapatnya jari-jari tersebut melurus.
metode pijat yang sering digunakan antara lain sebagai berikut
a. Mencubit

Teknik mencubit diterapkan hanya pada jari-jari tangan, kaki,  atau kuku. Titik-titik tersebut merupakan tempat bermula dan berakhirnya meridian tubuh.

b. Menekan
Teknik penekanan dapat dilakukan dengan jari jempol, telunjuk, dan jari tengah yang disatukan. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan kepalan tangan.
 
c. Memutar
Pada daerah pergelangan tangan atau kaki dapat diterapkan teknik memutar. Biasanya teknik ini juga digunakan pada tulang belakang. Tujuannya yaitu meregangkan dan merelaksasikan otot-otot yang tegang.
 
d. Mengetuk
Teknik mengetuk dilakukan dengan gerakan mengetukkan jari tengah, ibu jari, telunjuk, dan jari tengah ke titik-titik meridian organ. Lama pengetukan yaitu 2-3 detik sekali selama beberapa menit.
 

e.  Menepuk
Teknik menepuk dilakukan dengan menepukkan telapak tangan yang terbuka sebanyak 5-10 kali pada titik-titik meridian. Gerakan ini beguna untuk mendorong aliran energi dan darah.
 
f.  Menarik
Teknik menarik dilakukan dengan cara mengerut/memijat jari tengah atau kaki, lalu menarik jari-jari perlahan dengan jempol dan telunjuk

Pijat oksitosin memberikan banyak manfaat dalam proses menyusui, manfaat yang dilaporkan adalah selain mengurangi stress pada ibu nifas dan mengurangi nyeri pada tulang belakang juga dapat merangsang kerja hormon oksitosin, manfaat lain dari pijat oksitosin
a.       Meningkatkan kenyamanan,
b.      Meningkatkan gerak ASI kepayudara,
c.       Menambah pengisian ASI kepayudara,
d.      Memperlancar pengeluaran ASI,
e.       Dan, mempercepat proses involusi uterus.

Langkah melakukan pijat oksitosin
  1. Memberitahukan kepada ibu tentang tindakan yang akan dilakukan, tujuan maupun cara kejanya untuk menyiapkan kondisi psikologis ibu.
  2. Menyiapkan peralatan dan ibu dianjurkan membuka pakaian atas, agar dapat melakukan tindakan lebih efisien.
  3. Mengatur ibu dalam posisi duduk dengan kepala bersandarkan tangan yang dilipat ke depan dan meletakan tangan yang dilipat di meja yang ada didepannya, dengan posisi tersebut diharapkan bagian tulang belakang menjadi lebih mudah dilakukan pemijatan.
  4. Melakukan pemijatan dengan meletakan kedua ibu jari sisi kanan dan kiri dengan jarak satu jari  tulang belakang, gerakan tersebut dapat merangsang keluarnya oksitosin yang dihasilkan oleh hipofisis posterior.
  5. Menarik kedua jari yang berada di costa 5-6 menyusuri tulang belakang dengan membentuk gerakan melingkar kecil dengan kedua ibu jarinya.
  6. Gerakan pemijatan dengan menyusuri garis tulang belakang ke atas kemudian kembali ke bawah.
  7. melakukan pemijitan selama 2-3 menit

Sumber :
Dayang, L. A.M dkk.(2006).ASI Titian Kasih.Kisah Haru para Ibu Saat Menyusui Si Permata Hati
Mardiyaningsih,  E.at  al,  (2007),  Efektifitas  Kombinasi  Teknik  Marmet    dan  Pijat  Oksitosin  Terhadap Produksi ASI, FIK Universitas Indonesia, Jakarta .
Guyton &  Hall, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 11, Penerbit Buku Kedokteran, EGC
LINKAGES,(2007), Melajirkan Memulai Pemberian ASI dan Tujuh Hari Pertama Setelah Melahirkan.HSP

Pijat Bayi

Pijat adalah terafi sentuh tertua yang dikenal manusia dan yang paling populer, pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan, yang dipraktekan sejak berabad-abad silam lamanya. Bahkan ilmu ini dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia, mungkin karena pijat sangat berkaitan erat dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia (Lee, 2009).
 

Banyak peneletian menyebutkan bahwa pemijatan pada bayi memberikan manfaat sangat besar pada perkembangan bayi baik secara fisik maupun emosional, pijat bayi akan meningkatkan peningkatan aktivitas nervus vagus yang akan menyebabkan penyerapan lebih baik pada sistem pencernaan sehingga bayi akan lebih cepat lapar dan ASI akan lebih banyak di produksi (Luize A, 2006)
 

Bayi pertama kali belajar berkomunikasi lewat sentuhan orangtuanya, meskipun masih sangat kecil, bayi sudah bisa menikmati dan memaknai pijatan yang Anda berikan. Pijat bayi memang akhir-akhir jadi sebuah tren baru. Namun, pijat bayi tak hanya sekadar tren saja. Memijat si buah hati sudah terbukti mampu membawa berbagai manfaat bagi Anda dan bayi.
 

Pada masa bayi merupakan masa dimana pertumbuhan dan perkembangan otak sangat berkembang pesat. Ada banyak cara untuk menunjang perkembangan si buah hati. Salah satunya yaitu dengan pemijatan. Pijat bayi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan perkembangan terutama pada otak. Otak adalah tempatnya saraf-saraf yang berfungsi untuk menjalankan berbagai peranan penting dalam tubuh.
 

Pijat pada bayi dipercaya bisa menstimulasi perkembangan saraf sehingga bisa meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, ada beberapa cara memijat pada bayi yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan perkembangan otak anak.
 

1. Meningkatkan Indra Penglihatan
Salah satu manfaat yang dari pijat pada bayi yaotu bisa meningkatkan indra penglihatan. Bunda bisa melakukan sentuhan-sentuhan atau rabaan pada wajah bayi terutama pada bagian mata. Pada bagian ini terdapat saraf-saraf yang bisa meningkatkan indra penglihatan. Bunda bisa mengawalinya dengan melakukan pijatan-pijatan kecil pada bagian pelipis bayi. Pijatan ini bisa memberikan stimulus untuk meningkatkan perkembangan otak bayi pada saraf bagian indra penglihatan. Sehingga bagi Anda bisa melihat dengan baik.


2. Meningkatkan kekuatan pada ototPijat bayi bisa dilakukan dengan mudah ini bisa meningkatkan kekuatan pada otot kepala. Melakukan pijatan pada bayi bisa merangsang saraf-saraf pada otak yang bisa memperkuat otot-otot pada bayi. Memijat pada bagian kepala dan wajah biasanya yang paling utama dilakukan. Karena pada daerah ini selain bisa meningkatkan otot saraf pada bayi juga bisa menambah pertumbuhan gigi. Saat pertumbuhan gigi biasanya akan ada rasa nyeri yang ditimbulkan. Bunda bisa memijat bayi Anda dengan perlahan sehingga rasa nyerti tersebut mereda. Otot saraf pada kepala yang kuat juga bisa membantu anak Anda berbicara dengan lancar.
 

3. Mencegah keterlambatan
Saraf bayi yang tidak berkembang dengan baik biasanya akan membuat si bayi mengalami berbagai keterlambatan. Mulai dari berbicara, gerakan-gerakan reflek hingga berbagai indra lainyya. Dengan melakukan pemijatan pada bayi maka saraf bisa berkembang dengan pesat sehingga bisa mencegah keterlambatan perkembangan pada bayi.


Saat ini sudah banyak jasa pijat bayi yang tersedia, terutama di kota-kota besar. Biasanya pijat bayi ditawarkan bersama dengan spa bayi. Akan tetapi, penelitian membuktikan bahwa sebaiknya orangtua bayi sendiri lah yang melakukan pijat. Jadi,  tak perlu membawa si buah hati ke tempat spa atau pijat bayi. Pasalnya, memijat si buah hati juga baik bagi hubungan batin ibu dan anak sendiri. Manfaat lain melakukan Pijat Bayi adalah untuk Mendekatkan ibu  dan buah hatinya


1. Membangun ikatan batin antara orangtua dan bayi
Sejak lahir, bayi Anda sudah belajar untuk mengenal Anda dan pasangan. Bayi yang baru lahir belum bisa mengenali orangtuanya lewat wajah, melainkan melalui suara dan sentuhan Anda. Maka, sentuhan Anda yang lembut dan mesra akan membantu bayi membangun kepercayaan dan perasaan yang positif tentang Anda. Ia pun akan merasa lebih nyaman dan tenang ketika bersama dengan Anda. Anda sendiri juga akan belajar untuk mengenal si buah hati lebih dekat lagi.


Saat memijatnya, Anda bisa mengamati berbagai ekspresinya, reaksinya terhadap sentuhan dan pijatan Anda, serta mempelajari apa yang disukai atau tidak disukai bayi Anda.


2. Membantu bayi lebih rileks

Jika bayi yang sedang menangis bisa dihibur hanya dengan pelukan atau dekapan Anda, bayangkan kalau Anda memijatnya selama beberapa menit. Memijat bayi akan melancarkan peredaran darahnya serta meningkatkan kadar hormon oksitosin. Hal ini akan membuatnya lebih rileks dan senang. Jika bayi Anda rewel dan mudah gelisah, pijat bayi bisa jadi solusinya. Memijat bayi juga bisa mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman kalau bayi mengalami masalah pencernaan atau saat giginya mau tumbuh.


3. Bayi tidur lebih pulas
Karena tubuhnya rileks, bayi Anda akan lebih mudah tidur di malam hari. Dengan tidur yang nyenyak, si buah hati pun akan pulas semalaman, tanpa harus terbangun pukul 2 subuh dan menangis. Maka, kalau bayi Anda sering sekali terbangun di tengah malam dan menangis, Anda bisa mencoba memijatnya di sore hari. Dengan begitu, ketika sudah waktunya tidur bayi Anda sudah siap dan tidak rewel lagi.
 

4. Melatih kepekaan saraf dan indra peraba bayi
Lewat sentuhan yang lembut dan berirama, bayi akan menerima stimulasi yang positif bagi saraf dan indra perabanya yang belum sempurna. Ia akan belajar membedakan sentuhan mana yang tekanannya terlalu besar dan mana yang tepat. Pijatan Anda juga akan merangsang aktivitas saraf-saraf bayi sehingga berbagai saraf tersebut akan lebih cepat berkembang. Selain itu, otot-otot bayi juga akan jadi lebih fleksibel dan kuat.


5. Mendukung pertumbuhan otak bayi

Tanpa disadari, manfaat pijat bayi juga dirasakan oleh otak si buah hati. Pengalaman baru akan merangsang lahirnya sel-sel otak baru yang diperlukan bagi tumbuh dan kembang otaknya. Lewat pijat bayi, ia akan belajar berbagai hal baru. Mulai dari variasi sentuhan Anda, aroma dari minyak pijat, hingga komunikasi Anda dengannya. Stimulasi tersebut juga akan menghasilkan mielin, yaitu zat pada otak yang bertanggung jawab untuk mengatur impuls saraf yang berkaitan dengan kemampuan motorik dan sensoris.


6. Menambah kepercayaan diri orangtua
Banyak orangtua yang merasa kewalahan, takut, dan cemas berlebihan setelah kelahiran bayi. Memiliki buah hati memang merupakan pengalaman yang mendebarkan, tetapi juga penuh dengan kehangatan dan cinta. Dengan memijat bayi, Anda akan jadi lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi si buah hati. Pasalnya, kegiatan ini membantu Anda menyadari bahwa Anda bisa mengendalikan berbagai situasi yang muncul ketika bersama dengan bayi. Tak perlu lagi merasa kewalahan atau cemas ketika menghadapi bayi Anda.


7. Meredakan depresi pascamelahirkan
Untuk wanita yang mengalami depresi pascamelahirkan, manfaat pijat bayi baik bagi suasana hati dan pikiran Anda. Ketika memijat bayi, Anda juga akan merasa rileks. Hal ini memicu produksi hormon oksitosin yang membuat Anda merasa lebih positif. Berinteraksi dengan mesra bersama dengan si buah hati juga ampuh dalam memperbaiki suasana hati Anda. Jika selama ini orang yang menderita depresi pascamelahirkan hanya bisa melihat bayinya sebagai pemicu stres, menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan pijat bayi akan membantu mengubah pola pikir tersebut.
Sebuah pijatan hangat dari tangan Anda dapat memberi banyak manfaat untuk si Kecil. Tapi sebelum melakukan pijat bayi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pijatan Anda tidak menyakiti tubuh mungilnya.


Memijat bayi harus dilakukan dengan penuh kelembutan. Selagi memijatnya, Anda dapat mengajaknya berbicara atau bernyanyi agar si Kecil lebih menikmati masa-masa berdua dengan Anda.
Pijatan demi pijatan yang Anda berikan tidak hanya mendekatkan ikatan Anda dengan buah hati. Sejumlah manfaat lain dari pijatan yang mungkin dapat dirasakan olehnya seperti:
Membantunya tidur pulas, dapat membuatnya rileks. Efek ini juga bisa dirasakan oleh Anda.

  • Jarang menangis.
  • Mengurangi rasa sakit gigi saat gigi si Kecil tumbuh.
  • Meningkatkan sirkulasi darah.
  • Meningkatkan berat badan.
  • Melancarkan pencernaan.
  • Mendukung perkembangan mental, fisik, dan sosial.
  • Jika si Kecil terlahir dengan penyakit kuning, pijatan mungkin dapat membuatnya pulih lebih cepat.
Persiapan Sebelum Memijat Bayi
Pastikan Anda menyediakan ruangan bersuhu hangat, dengan suasana tenang dan membuatnya nyaman. Lalu siapkan segala perangkat yang Anda butuhkan saat memijat bayi seperti handuk atau tatakan untuk alas bayi, minyak untuk menggosok. (disarankan memakai baby oil atau minyak zaitun), pakaian bersih, dan popok.
Setelah semua peralatan siap dan kondisi bayi memungkinkan untuk dipijat.


Orang tua bisa mempraktikkan pijat bayi yang dimulai dari:
Tungkai. Mulailah memberi pijatan dari tungkai atau pangkal paha hingga ke bawah. Area ini dianggap kurang sensitif sehingga bagus untuk memulai sebuah pijatan. Tuang sedikit minyak ke telapak tangan, lalu gosok-gosok hingga terasa hangat di tangan Anda. Setelah itu mulai pijat lembut bagian paha ke arah bawah dan turun ke area betis.


Setelahnya Anda bisa mulai memijat punggung kakinya dengan gerakan memutar. Anda dapat memberi sedikit usapan saat memijat bagian pergelangan kaki sampai ke jari kaki. Kemudian beralihlah ke bagian telapak kakinya. Gunakan ibu jari Anda saat memijat area ini.


Terakhir, Anda bisa memijat jari-jemarinya. Ambil tiap jari memakai ibu jari dan jari telunjuk Anda, lalu tarik dengan lembut. Lakukan pada kesepuluh jarinya.


Lengan.
Usai memijat bagian tungkai, beralihlah ke bagian lengan. Mulai pijatan dari lengan bagian atas hingga ke pergelangan tangannya. Sesampainya di pergelangan tangan, putar lembut bagian ini beberapa kali.
 

Lalu pijat telapak tangannya memakai ibu jari Anda. Akhiri sesi ini dengan memijat lembut jari-jemarinya.
 

Dada. Letakkan kedua tangan Anda di atas jantung si Kecil. Lalu pijat lembut ke arah luar dan tekan lembut dadanya dengan telapak tangan Anda. Ulangi gerakan ini beberapa kali. Kemudian, letakkan satu tangan Anda di bagian atas dadanya, lalu pijat lembut ke arah paha.
Punggung. Posisikan si Kecil dalam keadaan tengkurap, kemudian pijat area tulang belakang leher hingga bokong memakai ujung jari. Akhiri pijat bayi ini dengan pijatan panjang dari bahu hingga kakinya. Setelah itu, Anda bisa memakaikan popok dan baju serta memeluknya. Usai dipijat, si Kecil mungkin akan terlelap dengan cepat.


Orang tua bisa mengikuti kelas khusus pijat bayi untuk mengetahui cara memberikan pijatan yang bermanfaat bagi bayi lebih jauh.
Waktu terbaik untuk melakukan pijat bayi adalah ketika dia sedang terjaga, namun dengan kondisi yang tenang. Pastikan bayi tidak dalam kondisi terlalu lapar atau kenyang saat Anda memberinya pijatan.


Hindari memijatnya sewaktu dia akan terlelap di waktu tidur siang. Anda boleh memijatnya dan menjadikannya kegiatan rutin sebelum tidur pada malam hari. Hal ini berguna untuk membuatnya tidur lebih pulas. Menjadwalkan memijat bayi usai mandi juga bisa Anda coba.


Agar si Kecil menikmati kegiatan pijat bayi ini dengan maksimal, perhatikan segala isyarat yang dikeluarkan olehnya. Isyarat ini bisa menjadi sinyal apakah dia suka dengan pijatan Anda atau tidak. Segera hentikan pijatan jika si Kecil mulai menangis karena itu pertanda bahwa dia sudah merasa cukup dengan pijatan Anda.

Sumber :
Harley,  S.  (2003).  Tangan-Tangan  Lembut:  Pijatan  Sehat  Untuk  Anak.  Jakarta  : PT. Elex Media Komputindo.
 

Brainbridge,  N  &  Health,  A. (2001). Baby  Massage    (Kekuatan  Menenangkan  Dari    Sentuhan).    Jakarta    :    Dian Rakyat
 

Siti Nurlaela,2016, Pengaruh Pijat Bayi pada Peningkatan Berat Badan, Muna. AKBID Paramata Raha