Rabu, 01 November 2017

Pijat Bayi

Pijat adalah terafi sentuh tertua yang dikenal manusia dan yang paling populer, pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan, yang dipraktekan sejak berabad-abad silam lamanya. Bahkan ilmu ini dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia, mungkin karena pijat sangat berkaitan erat dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia (Lee, 2009).
 

Banyak peneletian menyebutkan bahwa pemijatan pada bayi memberikan manfaat sangat besar pada perkembangan bayi baik secara fisik maupun emosional, pijat bayi akan meningkatkan peningkatan aktivitas nervus vagus yang akan menyebabkan penyerapan lebih baik pada sistem pencernaan sehingga bayi akan lebih cepat lapar dan ASI akan lebih banyak di produksi (Luize A, 2006)
 

Bayi pertama kali belajar berkomunikasi lewat sentuhan orangtuanya, meskipun masih sangat kecil, bayi sudah bisa menikmati dan memaknai pijatan yang Anda berikan. Pijat bayi memang akhir-akhir jadi sebuah tren baru. Namun, pijat bayi tak hanya sekadar tren saja. Memijat si buah hati sudah terbukti mampu membawa berbagai manfaat bagi Anda dan bayi.
 

Pada masa bayi merupakan masa dimana pertumbuhan dan perkembangan otak sangat berkembang pesat. Ada banyak cara untuk menunjang perkembangan si buah hati. Salah satunya yaitu dengan pemijatan. Pijat bayi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan perkembangan terutama pada otak. Otak adalah tempatnya saraf-saraf yang berfungsi untuk menjalankan berbagai peranan penting dalam tubuh.
 

Pijat pada bayi dipercaya bisa menstimulasi perkembangan saraf sehingga bisa meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, ada beberapa cara memijat pada bayi yang bisa Bunda lakukan untuk meningkatkan perkembangan otak anak.
 

1. Meningkatkan Indra Penglihatan
Salah satu manfaat yang dari pijat pada bayi yaotu bisa meningkatkan indra penglihatan. Bunda bisa melakukan sentuhan-sentuhan atau rabaan pada wajah bayi terutama pada bagian mata. Pada bagian ini terdapat saraf-saraf yang bisa meningkatkan indra penglihatan. Bunda bisa mengawalinya dengan melakukan pijatan-pijatan kecil pada bagian pelipis bayi. Pijatan ini bisa memberikan stimulus untuk meningkatkan perkembangan otak bayi pada saraf bagian indra penglihatan. Sehingga bagi Anda bisa melihat dengan baik.


2. Meningkatkan kekuatan pada ototPijat bayi bisa dilakukan dengan mudah ini bisa meningkatkan kekuatan pada otot kepala. Melakukan pijatan pada bayi bisa merangsang saraf-saraf pada otak yang bisa memperkuat otot-otot pada bayi. Memijat pada bagian kepala dan wajah biasanya yang paling utama dilakukan. Karena pada daerah ini selain bisa meningkatkan otot saraf pada bayi juga bisa menambah pertumbuhan gigi. Saat pertumbuhan gigi biasanya akan ada rasa nyeri yang ditimbulkan. Bunda bisa memijat bayi Anda dengan perlahan sehingga rasa nyerti tersebut mereda. Otot saraf pada kepala yang kuat juga bisa membantu anak Anda berbicara dengan lancar.
 

3. Mencegah keterlambatan
Saraf bayi yang tidak berkembang dengan baik biasanya akan membuat si bayi mengalami berbagai keterlambatan. Mulai dari berbicara, gerakan-gerakan reflek hingga berbagai indra lainyya. Dengan melakukan pemijatan pada bayi maka saraf bisa berkembang dengan pesat sehingga bisa mencegah keterlambatan perkembangan pada bayi.


Saat ini sudah banyak jasa pijat bayi yang tersedia, terutama di kota-kota besar. Biasanya pijat bayi ditawarkan bersama dengan spa bayi. Akan tetapi, penelitian membuktikan bahwa sebaiknya orangtua bayi sendiri lah yang melakukan pijat. Jadi,  tak perlu membawa si buah hati ke tempat spa atau pijat bayi. Pasalnya, memijat si buah hati juga baik bagi hubungan batin ibu dan anak sendiri. Manfaat lain melakukan Pijat Bayi adalah untuk Mendekatkan ibu  dan buah hatinya


1. Membangun ikatan batin antara orangtua dan bayi
Sejak lahir, bayi Anda sudah belajar untuk mengenal Anda dan pasangan. Bayi yang baru lahir belum bisa mengenali orangtuanya lewat wajah, melainkan melalui suara dan sentuhan Anda. Maka, sentuhan Anda yang lembut dan mesra akan membantu bayi membangun kepercayaan dan perasaan yang positif tentang Anda. Ia pun akan merasa lebih nyaman dan tenang ketika bersama dengan Anda. Anda sendiri juga akan belajar untuk mengenal si buah hati lebih dekat lagi.


Saat memijatnya, Anda bisa mengamati berbagai ekspresinya, reaksinya terhadap sentuhan dan pijatan Anda, serta mempelajari apa yang disukai atau tidak disukai bayi Anda.


2. Membantu bayi lebih rileks

Jika bayi yang sedang menangis bisa dihibur hanya dengan pelukan atau dekapan Anda, bayangkan kalau Anda memijatnya selama beberapa menit. Memijat bayi akan melancarkan peredaran darahnya serta meningkatkan kadar hormon oksitosin. Hal ini akan membuatnya lebih rileks dan senang. Jika bayi Anda rewel dan mudah gelisah, pijat bayi bisa jadi solusinya. Memijat bayi juga bisa mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman kalau bayi mengalami masalah pencernaan atau saat giginya mau tumbuh.


3. Bayi tidur lebih pulas
Karena tubuhnya rileks, bayi Anda akan lebih mudah tidur di malam hari. Dengan tidur yang nyenyak, si buah hati pun akan pulas semalaman, tanpa harus terbangun pukul 2 subuh dan menangis. Maka, kalau bayi Anda sering sekali terbangun di tengah malam dan menangis, Anda bisa mencoba memijatnya di sore hari. Dengan begitu, ketika sudah waktunya tidur bayi Anda sudah siap dan tidak rewel lagi.
 

4. Melatih kepekaan saraf dan indra peraba bayi
Lewat sentuhan yang lembut dan berirama, bayi akan menerima stimulasi yang positif bagi saraf dan indra perabanya yang belum sempurna. Ia akan belajar membedakan sentuhan mana yang tekanannya terlalu besar dan mana yang tepat. Pijatan Anda juga akan merangsang aktivitas saraf-saraf bayi sehingga berbagai saraf tersebut akan lebih cepat berkembang. Selain itu, otot-otot bayi juga akan jadi lebih fleksibel dan kuat.


5. Mendukung pertumbuhan otak bayi

Tanpa disadari, manfaat pijat bayi juga dirasakan oleh otak si buah hati. Pengalaman baru akan merangsang lahirnya sel-sel otak baru yang diperlukan bagi tumbuh dan kembang otaknya. Lewat pijat bayi, ia akan belajar berbagai hal baru. Mulai dari variasi sentuhan Anda, aroma dari minyak pijat, hingga komunikasi Anda dengannya. Stimulasi tersebut juga akan menghasilkan mielin, yaitu zat pada otak yang bertanggung jawab untuk mengatur impuls saraf yang berkaitan dengan kemampuan motorik dan sensoris.


6. Menambah kepercayaan diri orangtua
Banyak orangtua yang merasa kewalahan, takut, dan cemas berlebihan setelah kelahiran bayi. Memiliki buah hati memang merupakan pengalaman yang mendebarkan, tetapi juga penuh dengan kehangatan dan cinta. Dengan memijat bayi, Anda akan jadi lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi si buah hati. Pasalnya, kegiatan ini membantu Anda menyadari bahwa Anda bisa mengendalikan berbagai situasi yang muncul ketika bersama dengan bayi. Tak perlu lagi merasa kewalahan atau cemas ketika menghadapi bayi Anda.


7. Meredakan depresi pascamelahirkan
Untuk wanita yang mengalami depresi pascamelahirkan, manfaat pijat bayi baik bagi suasana hati dan pikiran Anda. Ketika memijat bayi, Anda juga akan merasa rileks. Hal ini memicu produksi hormon oksitosin yang membuat Anda merasa lebih positif. Berinteraksi dengan mesra bersama dengan si buah hati juga ampuh dalam memperbaiki suasana hati Anda. Jika selama ini orang yang menderita depresi pascamelahirkan hanya bisa melihat bayinya sebagai pemicu stres, menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan pijat bayi akan membantu mengubah pola pikir tersebut.
Sebuah pijatan hangat dari tangan Anda dapat memberi banyak manfaat untuk si Kecil. Tapi sebelum melakukan pijat bayi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pijatan Anda tidak menyakiti tubuh mungilnya.


Memijat bayi harus dilakukan dengan penuh kelembutan. Selagi memijatnya, Anda dapat mengajaknya berbicara atau bernyanyi agar si Kecil lebih menikmati masa-masa berdua dengan Anda.
Pijatan demi pijatan yang Anda berikan tidak hanya mendekatkan ikatan Anda dengan buah hati. Sejumlah manfaat lain dari pijatan yang mungkin dapat dirasakan olehnya seperti:
Membantunya tidur pulas, dapat membuatnya rileks. Efek ini juga bisa dirasakan oleh Anda.

  • Jarang menangis.
  • Mengurangi rasa sakit gigi saat gigi si Kecil tumbuh.
  • Meningkatkan sirkulasi darah.
  • Meningkatkan berat badan.
  • Melancarkan pencernaan.
  • Mendukung perkembangan mental, fisik, dan sosial.
  • Jika si Kecil terlahir dengan penyakit kuning, pijatan mungkin dapat membuatnya pulih lebih cepat.
Persiapan Sebelum Memijat Bayi
Pastikan Anda menyediakan ruangan bersuhu hangat, dengan suasana tenang dan membuatnya nyaman. Lalu siapkan segala perangkat yang Anda butuhkan saat memijat bayi seperti handuk atau tatakan untuk alas bayi, minyak untuk menggosok. (disarankan memakai baby oil atau minyak zaitun), pakaian bersih, dan popok.
Setelah semua peralatan siap dan kondisi bayi memungkinkan untuk dipijat.


Orang tua bisa mempraktikkan pijat bayi yang dimulai dari:
Tungkai. Mulailah memberi pijatan dari tungkai atau pangkal paha hingga ke bawah. Area ini dianggap kurang sensitif sehingga bagus untuk memulai sebuah pijatan. Tuang sedikit minyak ke telapak tangan, lalu gosok-gosok hingga terasa hangat di tangan Anda. Setelah itu mulai pijat lembut bagian paha ke arah bawah dan turun ke area betis.


Setelahnya Anda bisa mulai memijat punggung kakinya dengan gerakan memutar. Anda dapat memberi sedikit usapan saat memijat bagian pergelangan kaki sampai ke jari kaki. Kemudian beralihlah ke bagian telapak kakinya. Gunakan ibu jari Anda saat memijat area ini.


Terakhir, Anda bisa memijat jari-jemarinya. Ambil tiap jari memakai ibu jari dan jari telunjuk Anda, lalu tarik dengan lembut. Lakukan pada kesepuluh jarinya.


Lengan.
Usai memijat bagian tungkai, beralihlah ke bagian lengan. Mulai pijatan dari lengan bagian atas hingga ke pergelangan tangannya. Sesampainya di pergelangan tangan, putar lembut bagian ini beberapa kali.
 

Lalu pijat telapak tangannya memakai ibu jari Anda. Akhiri sesi ini dengan memijat lembut jari-jemarinya.
 

Dada. Letakkan kedua tangan Anda di atas jantung si Kecil. Lalu pijat lembut ke arah luar dan tekan lembut dadanya dengan telapak tangan Anda. Ulangi gerakan ini beberapa kali. Kemudian, letakkan satu tangan Anda di bagian atas dadanya, lalu pijat lembut ke arah paha.
Punggung. Posisikan si Kecil dalam keadaan tengkurap, kemudian pijat area tulang belakang leher hingga bokong memakai ujung jari. Akhiri pijat bayi ini dengan pijatan panjang dari bahu hingga kakinya. Setelah itu, Anda bisa memakaikan popok dan baju serta memeluknya. Usai dipijat, si Kecil mungkin akan terlelap dengan cepat.


Orang tua bisa mengikuti kelas khusus pijat bayi untuk mengetahui cara memberikan pijatan yang bermanfaat bagi bayi lebih jauh.
Waktu terbaik untuk melakukan pijat bayi adalah ketika dia sedang terjaga, namun dengan kondisi yang tenang. Pastikan bayi tidak dalam kondisi terlalu lapar atau kenyang saat Anda memberinya pijatan.


Hindari memijatnya sewaktu dia akan terlelap di waktu tidur siang. Anda boleh memijatnya dan menjadikannya kegiatan rutin sebelum tidur pada malam hari. Hal ini berguna untuk membuatnya tidur lebih pulas. Menjadwalkan memijat bayi usai mandi juga bisa Anda coba.


Agar si Kecil menikmati kegiatan pijat bayi ini dengan maksimal, perhatikan segala isyarat yang dikeluarkan olehnya. Isyarat ini bisa menjadi sinyal apakah dia suka dengan pijatan Anda atau tidak. Segera hentikan pijatan jika si Kecil mulai menangis karena itu pertanda bahwa dia sudah merasa cukup dengan pijatan Anda.

Sumber :
Harley,  S.  (2003).  Tangan-Tangan  Lembut:  Pijatan  Sehat  Untuk  Anak.  Jakarta  : PT. Elex Media Komputindo.
 

Brainbridge,  N  &  Health,  A. (2001). Baby  Massage    (Kekuatan  Menenangkan  Dari    Sentuhan).    Jakarta    :    Dian Rakyat
 

Siti Nurlaela,2016, Pengaruh Pijat Bayi pada Peningkatan Berat Badan, Muna. AKBID Paramata Raha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar